ADMINISTRASI SEKOLAH

MONSTER MATEMATIKA

Matematika adalah pelajaran yang paling menyeramkan bagi sebagian besar siswa. Itu yang ada dalam benak saya setiap kali akan mengadakan pembelajaran tematik yang memadukan Matematika didalamnya.
Pukul 07.10 WIB saya berangkat ke sekolah dengan segala persiapan yang sudah tersusun rapi dalam tas gendong saya. Setiap langkah saya dari rumah “karena kebetulan jalan kaki” menyimpan sejuta harapan supaya anak didik saya bisa berkembang sesuai dengan usianya yang semakin bertambah.
Setiba di sekolah saya disambut dengan salam dan senyum kebahagian dari ratusan tunas bangsa. Semakin besar harapan saya terhadap mereka.
Tidak lama setelah itu bel sekolah berbunyi, sayapun bergegas masuk ke ruang kelas. Dengan senyuman dan salam. Saya memulai melangkahkan kaki ke ruang yang disesaki berjuta-juta harapan. “apa kabar anak-anaku tercinta?” ucapan pertama saya terhadap mereka. Merekapun menjawab dengan semangat. Saya memulai pembelajaran dengan apersepsi dan memberikan gambaran manfaat jangka panjang terhadap indikator yang akan dipelajari.
Pada saat itu adalah membahas tema “LINGKUNGAN” yang mengaitkan pelajaran IPA, Bahasa Indonesia dan Matematika.
Sebelum memulai pada kegiatan inti saya memberikan pretest kepada mereka dengan mengajukan beberapa pertanyaan. “Anak-anak ada yang tahu tidak pengertian lingkungan?” seorang anak bernama Windi Listia Pratiwi menjawab, “tahu.... Lingkungan adalah tempat tinggal kita” “Bagus... jawabanmu....ada lagi?” respon saya terhadap jawaban murid saya. Lalu Aldi mengacungkan tangan “lingkungan itu sawah pak...” celetuk dia. “ya jawaban kamu juga benar Aldi.” Tanggapan saya terhadap jawaban Aldi. Kemudian saya mengajukan pertanyaan kedua “Ada apa saja dilingkungan itu?” Windi dengan cepat menjawab, karena takut tersaingi oleh teman-temannya. “Ada ayah, ibu dan adik-kakak” “betul sekali nak!” jawab saya kemudian Aldi menjawab lagi, “Ada petani, belalang dan padi pak!” “betul....” sayapun menjawab. Kemudian saya menarik kesimpulan dari jawaban anak-anak. “anak-anak jawaban dari teman kalian itu betul, tapi bapak akan memberikan kesimpulan dari apa yang disebut lingkungan itu.Lingkungan itu adalah tempat dimana didalamnya terdapat makhluk hidup dan benda mati yang membentuk sebuah kelompok, baik besar ataupun kecil.” Merekapun manggut dan tampak mengerti. Dengan demikian saya berkesimpulan, mereka siap dengan pelajaran.
Setelah itu saya menggambarkan sebuah deret bilangan. Namun setelah selesai menggambar saya lihat ada mimik lesu dimata siswa-siswi....saya sempat kaget. “kenapa?” mungkin karena matematikanya. “ah saya tahu karena sudah saya pikirkan dari sejak awal” gumam saya dalam hati. Kemudian saya menempelkan gambar sebuah keluarga yang berada di ruang TV, padang savana dengan Kuda Zebranya serta lingkungan sawah yang sedang menguning, hasil print out browsing di google...hehehe....maklum tdk bisa menggambar. Sekilas antusias mereka kembali berubah, tampak wajah-wajah penasaran dari mereka. Materi pelajaranpun saya berikan tahap demi tahap.
Ditengah-tengah pembelajaran saya menemukan sebuah kejanggalan dari beberapa anak. Saat itu mereka sedang mengerjakan latihan deret bilangan dengan bilangan puluhan hingga ratusan. Sayapun menghampiri mereka satu persatu, “Kenapa kamu nak?” “Susah pak!” kata mereka..... “Lhooo...sebelah mananya yang susah?” tanya saya....”semua pak.” Jawab murid saya....”waduhhhh.....” sayapun kembali kedepan dan menjelaskan ulang maksud dari soal-soal tersebut. “Sudah mengerti?” tanya saya.... “sudah pak!!!!” sahut mereka. Saya membalas dengan senyuman termanis saya.....(prikitiwwww)
Di akhir pembelajaran saya memberikan kesimpulan dan mengumpulkan lembaran-lembaran evaluasi dan membahas temuan masalah yang tadi. “Anak-anak sebetulnya matematika itu mudah....tahu tidak kenapa?karena matematika itu dari sejak dulu sampe sekarang tidak ada perubahan dan pemecahan soalnyapun dapat diselesaikan dengan hitungan-hitungan, tanpa harus kalian hapalkan. Belajar matematika itu wajib, karena orang-orang sukses itu pasti pandai dalam matematika....kalau kalian pandai matematika, kalian dimasa yang akan datang bisa menciptakan pesawat terbang, program komputer tercanggih.... atau menjadi seorang ahli keuangan.” Usaha saya untuk menumbuhkan minat belajar matematika.
Hasil evaluasi mereka baik-baik, sayapun merasa puas. Namun ada tantangan bagi saya untuk kedepannya, bagaimana menjadikan MATEMATIKA SEBAGAI PAHLAWAN BUKAN MONSTER? Harapan saya dalam pelajaran yang akan datang mereka bisa antusias dan enjoy dalam belajar serta hasilnyapun memuaskan.







Study case Tematik: LINGKUNGN
Disusun oleh: Toto Kasto Partayuda
Wali kelas III SDN I Ciangir



KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 CIANGIR KECAMATAN CIBINGBIN
KABUPATEN KUNINGAN  PROVINSI JAWA BARAT
 

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Peralihan sistem pemerintahan   dari sentralisasi ke desentralisasi menjadikan  perubahan paradigma berbagai unsur penyelenggaraan pemerintahan , termasuk pendidikan. Hal ini telah mendorong adanya perubahan dari berbagai aspek pendidikan  termasuk kurikulum. Dalam kaitan ini kurikulum sekolah dasar pun menjadi perhatian dan pemikiran-pemikiran baru, sehingga mengalami perubahan-perubahan kebijakan.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran tersebut maka perlu dikembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri 1 Ciangir dikembangkan sebagai perwujudan dari kurikulum  pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum ini disusun oleh tim penyusun yang terdiri atas unsur sekolah dan komite sekolah di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan, serta dengan bimbingan nara sumber ahli pendidikan dan pembelajaran dari UPTD Pendidikan Kecamatan Cibingbin.

B.     Landasan

            Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar Negeri 1 Ciangir  disusun berlandaskan :
1.      Undang – undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional.
2.      Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
3.      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
4.      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
5.      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Standar Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri  Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

C.    Tujuan Penyusunan KTSP

Tujuan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) antara lain sebagai berikut :
1.         Sebagai pedoman bagi penyelenggara pendidikan dan pengajaran di SD Negeri 1
       Ciangir.
2.      Sebagai acuan dalam pelaksanaan kurikulum di Sekolah.
3.         Sebagai acuan dalam pengembangan Sekolah.

D.    Prinsip  Pengembangan KTSP

    Kurikulum ini didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.       Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya;
2.       Beragam dan terpadu;
3.       Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
4.       Relevan dengan kebutuhan kehidupan;
5.       Menyeluruh dan berkesinambungan ;
6.       Belajar sepanjang hayat; dan
7.       Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Pada akhirnya kurikulum ini tetap hanya sebuah dokumen, yang akan menjadi kenyataan apabila dilaksanakan di lapangan dalam proses pembelajaran yang baik. Baik Pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, hendaknya berlangsung secara efektif yang mampu membangkitkan aktifitas dan kreatifitas anak. Dalam hal ini para pelaksana kurikulum (baca : guru) yang akan melaksanakan  kurikulum ini dalam proses pembelajaran. Para pendidik juga hendaknya mampu menciptakan pembelajaran yang aktif inovatif kreatif efektif dan menyenangkan  ( PAIKEM ) bagi anak, sehingga anak betah di sekolah. Atas dasar kenyataan tersebut, maka pembelajaran di sekolah dasar hendaknya bersifat mendidik, mencerdaskan, membangkitkan aktifitas dan kreatifitas anak, efektif, demokratis, menantang,dan menyenangkan.
Dengan spirit seperti itulah kurikulum ini akan menjadi pedoman yang dinamis bagi penyelenggara pendidikan dan pengajaran di SD Negeri 1 Ciangir

















BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH

A.    Visi :
Berprestasi dalam IPTEK Olahraga dan seni berlandaskan Iman dan Taqwa.”
Indikator Visi :
1)   Meningkat dalam perolehan nilai US/UN.
2)   Meningkat dalam pencapaian daya serap.
3)   Meningkat dalam penerimaan siswa di SMP Negeri.
4)   Berprestasi dalam lomba IPTEK.
5)   Berprestasi dalam lomba PORSENI.
6)   Memiliki disiplin, kejujuran dan sopan santun dalam keseharian.
7)   Memiliki rasa keimanan dan ketaqwaan yang mendalam  terhadap Tuhan Yang Maha
    Esa.

B.   Misi :
1.     Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara aktif, kreatif, efektif dan terjadwal.
2.     Melaksanakan evaluasi secara kontinyu.
3.     Membiasakan warga sekolah perilaku berbudi pekerti luhur
4.     Menata lingkungan sekolah sebagai wawasan wiyata mandala
5.     Memberikan pembelajaran tambahan / les
6.     menanamkan semangat dan kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk masa depan.
7.     Mendorong dan mengikuti berbagai kegiatan lomba IPTEK dan PORSENI.
8.     Menumbuhkembangkan ajaran agama yang dianut melalui kegiatan keagamaan.
9.     Menggalang kerjasama dengan Komite Sekolah dan peran serta masyarakat

C.  Tujuan :
         Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
            Berdasarkan visi dan misi sekolah, diharapkan 4 tahun ke depan ( sampai tahun 2015 ) SDN 1 Ciangir  menjadi salah satu sekolah dasar yang memiliki prestasi dan berbudaya dalam setiap karyanya,  baik dalam bidang akademik maupun non akademik  dengan berwawasan lingkungan , berlandaskan iman dan taqwa sehingga mampu bersaing dengan sekolah – sekolah lain dalam situasi yang kompetitif. Sebagai kriterianya adalah  sebagai berikut :
1.          Memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang memadai,
2.          Memiliki perangkat pembelajaran yang memadai termasuk kurikulum pendidikan,
3.          Memiliki  tenaga pendidik yang professional dengan kualifikasi akademik minimal S-1 atau D-4,
4.          Dapat meraih prestasi akademik maupun non akademik minimal tingkat kecamatan,
5.          Menguasai dasar-dasar IPTEK sebagai bekal untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi,
6.          Menjadi sekolah pelopor dan penggerak di lingkungan masyarakat.  
7.          Memiliki lulusan baik kualitas maupun kuantitas dan bertanggungjawab dan dapat hidup mandiri di masyarakat,
8.          Memiliki siswa yang berkepribadian yang mulia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.



BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A.    Struktur Kurikulum
Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa Struktur dan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut;
1.      Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia
2.      Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian
3.      Kelompok Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
4.      Kelompok mata pelajaran Estetika
5.      Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Cakupan setiap kelompok mata pelajaran untuk jenjang SD/MI/SDLB disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1
Cakupan Kelompok Mata Pelajaran
No.
Kelompok Mata Pelajaran
Cakupan
1
Agama dan
Akhlak Mulia
Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesrta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
2
Kewarganegaraan dan Kepribadian
Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
3
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berprilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.
4
Estetika
Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitifitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual maupun bermasyarakat sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, dan mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. 
5
Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakat seperti keterbatasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

Selanjutnya dalam pasal 7 Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan pula bahwa :
1.      Kelompok mata pelajaran agama dan akhlaq mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga, dan kesehatan.
2.      Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/ SDLB/Paket A, dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, akhlaq mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani.
3.      Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/ SDLB/Paket A, dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/ kejujuran, dan muatan lokal yang relevan.
4.      Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/ SDLB/Paket A, dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan.
5.      Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehtan pada SD/MI/ SDLB/Paket A, dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan.

                      Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) SD Negeri 1 Ciangir  adalah sebagai berikut:

No.
Komponen
Alokasi Waktu
Kelas
I
II
III
IV
V
VI
A
Mata Pelajaran

1
Pendidikan Agama Islam






Pendekatan
Tematik
3
3
3
2
Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
3
Bahasa Indonesia
5
5
5
4
Matematika
5
5
5
5
Ilmu Pengetahuan Alam
4
4
4
6
Ilmu Pengetahuan Sosial
3
3
3
7
Seni Budaya dan Keterampilan
4
4
4
8
Penjas, Orkes
4
4
4
B
Muatan Lokal


a. ML Prop. (Bahasa Sunda)
2
2
2

c. ML Sekolah (Bahasa Inggris )
2
2
2
C
Pengembangan Diri
2*)
2*)
2*)

Jumlah
30
31
32
36
36
36



Keterangan : 
1.      1 (satu) jam pembelajaran alokasi waktu 35 menit
2.      Kelas I, II, dan III menggunakan pendekatan Tematik
3.      Kelas IV, V, dan VI menggunakan pendekatan Mata Pelajaran
4.      Mulok Sekolah Bahasa Sunda Kelas 1 s.d. Kelas VI dan Bahasa Inggris Kelas IV s.d. Kelas VI

B.     Muatan Kurikulum
Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menegaskan bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas Standar kompetensi dan kompetensi dasar.  

1.      Mata Pelajaran
a.  Pendidikan Agama Islam
Tujuan :
v  Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan pengamalan, pembiasaan,    serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
v  Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga kehamonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
b.      Pendidikan Kewarganegaraan
Tujuan :
v  Berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.
v  Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan masyarakat, berbangsa dan bernegara, serta anti-korupsi.
v  Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk ciri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa lainnya.
v  Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percantuman dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Standar Kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.

c.   Bahasa Indonesia
Tujuan:
v  Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun secara tertulis.
v  Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
v  Memahami bahasa Indonesia dan menggunakan dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
v  Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
v  Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperluas budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
v  Mengharga dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Standar Kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Indonesia dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.

d.  Matematika
Tujuan:
v  Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah
v  Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
v  Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
v  Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
v  Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Standar kompetensi dan kompetensi dasar matematika pelajaran matematika dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.

e.   IPA
Tujuan:
v  Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keraturan alam ciptaanNya.
v  Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
v  Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan teknologi dan masyarakat.
v  Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.
v  Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
v  Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
v  Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran IPA dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.

f.   IPS
Tujuan:
v  Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya
v  Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
v  Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
v  Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional dan global.

Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran IPS dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.

g.  Seni Budaya dan Keterampilan
Tujuan:
v  Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan
v  Menampilkan sikap apresiasi melalui seni budaya dan keterampilan
v  Menampilkan kreatifitas melalui seni budaya dan keterampilan
v  Menampilkan peran sastra dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal, regional, maupun global.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran seni budaya dan keterampilan dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.

h.  Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Tujuan:
v  Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktifitas jasmani dan olahraga yang dipilih.
v  Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
v  Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar.
v  Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan.
v  Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri, dan demokratis.
v  Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
v  Memahami konsep aktifitas jasmani dan olah raga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang sportif.

Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.

2.      Muatan Lokal
a.  Bahasa Sunda
Tujuan:
v  Mengembangkan kemampuan dan keterampilan berkomunikasi siswa dengan menggunakan bahasa  Sunda
v  Meningkatkan kepekaan dan penghayatan terhadap karya sastra Sunda
v  Memupuk tanggungjawab untuk melestarikan hasil kreasi budaya Sunda sebagai salah satu unsur kebudayaan nasional.


b.  Bahasa Inggris
Tujuan :
v  Mengenalkan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi internasional.
v  Membekali siswa untuk menghadapi tuntutan dalam rangka menyongsong era globalisasi.

3.      Pengembangan diri
3.1         Meliputi beragam kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat siswa, yang terdiri atas :
a.         Kewiraan
a.       Pramuka
b.      paskibra
b.         Olahraga
a.       Bola volley
b.      Tenis Meja
c.            Seni
a.    Seni vokal karawitan
b.    Seni bermain peran ( drama )
d.           Ilmiah
a.    Kelompok belajar Matematika
b.    Komputer (ICT)

3.2         Kegiatan Pembiasaan
    1. Pembiasaan Rutin
Pembiasaan rutin merupakan proses pembentukan akhlaq dan penanaman/ pengamalan ajaran Islam.
Adapun kegiatan pembiasaan meliputi :                                                                                                                                                                                                  
1)      Upacara bendera setiap hari Senin
2)      Membaca yasinan bersama setiap hari Jumat( sebelum masuk pembelajaran tatap muka/ KBM )
3)      Senam kesegaran jasmani masal setiap hari Sabtu ( sebelum masuk pembelajaran tatap muka/ KBM )
4)      Membaca doa sebelum dan sesudah pelaksanaan KBM
5)      Upacara memperingati hari  Besar Nasional
6)      Memperingati hari besar Islam
b.    Pembiasaan Terpogram
Merupakan proses pembentukan akhlaq dan penanaman/ pengalaman ajaran Islam.
Adapun kegiatan pembiasaan meliputi:
Kegiatan keagamaan:
1)      Pesantren Ramadhan
2)      Pelaksanaan Idul Qurban

c.       Pembiasaan  Spontan
1)        Memberi ucapan salam
2)        Membuang sampah pada tempatnya
3)        Membiasakan bekerja  gotong royong
4)        Menengok warga sekolah yang sakit
5)        Membiasakan budaya antri, missal antri dalam berwudlu,dll

3.3              Kegiatan Keteladanan
1)      Pembinaan Ketertiban Pakaian Seragam Anak Sekolah (PSAS)
-       Memberi contoh berpakaian rapi
2)      Pembinaan Kedisiplinan
-       Memberi contoh datang / memulai kegiatan tepat waktu
3)      Penanaman Nilai Akhlak Islami
 -    Memberi contoh mengucapkan salam
-    Memberi contoh mengucapkan terima kasih
-    Memberi contoh berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
4)      Penanaman Etika
-       Memberi contoh tidak meludah di sembarang tempat
-       Memberi contoh tidak meroko di lingkungan sekolah
5)      Penanaman Budaya Bersih
-    Memberi contoh membuang sampah pada tempatnya
-    Memberi contohtidak jajan sembarangan

3.4              Kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme
1)      Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
2)      Peringatan Hari Pahlawan
3)      Peringatan Hari Pendidikan Nasional.
3.5              Pekan Kreativitas Siswa
Lomba Kreativitas dan Karya Cipta

3.6              Pembinaan dan Bimbingan
1)      Bimbingan siswa yang mengikuti Lomba Mapel, Berpretasi, melukis dan keterampilan dan calistung.
2)      Bimbingan bagi siswa yang mengikuti seleksi lomba olimpiade
3)      Pembinaan Pramuka Penggalang dan Siaga

4.      Pengaturan Beban Belajar

         Beban belajar yang digunakan adalah sistem paket sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum, yaitu :

Kelas
Satu Jam Pembelajaran Tatap Muka/Menit
Jumlah Jam Pembelajaran Per-Minggu
Minggu Efektif Per Tahun Ajaran
Waktu Pembelajaran/ Jam Per-Tahun
I
35
30
34
1020
II
35
31
34
1054
III
35
32
34
1088
IV
35
36
34
1224
V
35
36
34
1224
VI
35
36
32
1088












5.  Ketuntasan Belajar
v   Ketuntasan Belajar Semester I
No
Kelompok
Kriteria Ketuntasan Minimal Belajar
Kelas
Jml
Rata-rata
A
Mata Pelajaran
I
II
III
IV
V
VI
1
Pendidikan Agama Islam
61
62
63
64
65
66
381
64
2
Pendidikan Kewarganegaraan
61
62
63
64
65
66
381
64
3
Bahasa Indonesia
61
62
63
64
65
66
381
64
4
Matematika
61
62
63
64
65
66
381
64
5
Ilmu Pengetahuan Alam
61
62
63
64
65
66
381
64
6
Ilmu Pengetahuan Sosial
61
62
63
64
65
66
381
64
7
Seni Budaya dan Keterampilan
70
72
73
73
74
 75
437
73
8
PJOK
70
71
73
73
74
 75
436
73
B
Muatan Lokal









a. ML Prop. (Bahasa Sunda)
61
62
63
64
65
66
381
64

b. ML Sekolah (Bahasa Inggris)
-
-
-
64
65
66
195
65
Jumlah
567
577
587
658
668
678
3735
659
Rata-rata
63
64
65
66
67
68
374
66

0 komentar:

Posting Komentar